ANALISA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT YANG BERTEMA "JANGAN KENDOR DISIPLIN 3M SETIAP HARI" DENGAN MENGGUNAKAN TEORI SEMIOTIKA -Universitas Bhayangkara Jakarta Raya-Fakultas Ilmu Komunikasi-Pandu Wibisono- 202310415235-Semester 1-Tugas UAS Tahun Akademik Ganjil 2023/2024
BAB 1
Pendahuluan
1.1 LATAR
BELAKANG
Sejak pandemi coronavirus
disease 2019 (COVID-19) melanda di berbagai negara, pelayanan kesehatan
mendapatkan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan dari WHO, dampak
pandemi COVID-19 dirasakan pada pelayanan kesehatan esensial di 90% negara [1].
Pandemi COVID-19 juga memengaruhi kapasitas ekonomi global [2], [3]. Dampak
dari restriksi kegiatan dan mobilisasi pada seluruh sektor menyebabkan
pendapatan pemerintah serta individu menjadi menurun sehingga dapat berdampak
pada pemenuhan kebutuhan dasar. Kondisi ini juga menyebabkan distribusi
logistik dan kebutuhan esensial menjadi terhambat. Pada sektor pelayanan
kesehatan, kombinasi kondisi pelik dari menurunnya kapasitas finansial
fasilitas layanan kesehatan, rantai distribusi alat kesehatan dan obat-obatan
yang terhambat, serta kebijakan pembatasan kunjungan ini menyebabkan pelayanan
kesehatan mengalami perubahan. Hal ini akan memengaruhi berbagai strategi
peningkatan kesehatan yang telah diupayakan oleh fasilitas kesehatan guna
mewujudkan building blocks yang sudah dirancang oleh WHO [4]. Meskipun
pemerintah dan fasilitas kesehatan telah melakukan berbagai mitigasi untuk
menjaga kualitas layanan kesehatan namun masih terdapat dampak negatif pada
cakupan utilisasi layanan kesehatan. Menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan
ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor demografi, kebijakan maupun
faktor psikologis baik dari pasien maupun petugas kesehatan sendiri [5]–[8].
Pada konteks global perubahan utilisasi layanan kesehatan disebabkan oleh
menurunnya kunjungan pasien, perubahan prosedur diagnosis, menurunnya jumlah
pasien rawat inap, dampak pada layanan gawat darurat [9] dan peningkatan
penggunaan e-health [10], [11] pada pelayanan kesehatan selama pandemi. Di
Tiongkok, utilisasi pelayanan kesehatan menurun hingga 40,8% [12]. Hal ini juga
terjadi di Korea Selatan, India dan berbagai negara lainnya, tak terkecuali
Indonesia [8], [11], [13]. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah
yang luas. Harmonisasi kebijakan pelayanan kesehatan pada masa pandemi COVID-19
antara pemerintah pusat dan daerah dijaga guna menjamin kualitas pelayanan yang
prima oleh fasilitas kesehatan [14]. Akan tetapi, dalam kajian nasional
sebelumnya, isu ketidakmerataan layanan kesehatan dan berbagai masalah layanan
kesehatan lainnya masih sering dihadapi oleh fasilitas pelayanan kesehatan di
Indonesia meskipun upaya harmonisasi telah dilakukan [15]. Pada situasi pandemi
COVID-19 ini, terdapat banyak dampak dan tantangan yang dihadapi oleh fasilitas
layanan kesehatan di Indonesia seperti fluktuaksi kasus pasien COVID-19 dan
pemberlakuan restriksi massal aktivitas masyarakat seperti pembatasan sosial
berskala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Rumah sakit menjadi salah satu institusi pelayanan kesehatan yang memiliki
beban ganda, yaitu melakukan pelayanan kesehatan konvensional dan pelayanan
kesehatan kepada pasien COVID-19 guna menjalankan program pemerintah pusat dan
daerah. Rumah sakit juga didorong untuk meningkatkan kapasitas layanan COVID-19
baik untuk skrining, vaksinasi hingga perawatan inap pasien [16]. Pelayanan
kesehatan non COVID-19 mendapatkan dampak yang cukup banyak terkait konsentrasi
layanan dan kebijakan-kebijakan kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah
tersebut. Studi terdahulu telah mencoba mengidentifikasi bagaimana dampak dari
situasi pelayanan rumah sakit di Indonesia namun masih terfragmentasi pada
lingkup institusi atau daerahnya masing-massing. Kajian berupa sistesis
penelitian terdahulu perlu dilakukan untuk menjawab: bagaimanakah dampak
pandemi COVID-19 terhadap pelayanan kesehatan oleh rumah sakit di Indonesia?
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pandemi COVID-19
terhadap pelayanan kesehatan non COVID-19 pada lingkup rumah sakit umum di
Indonesia. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku
kebijakan dan peneliti lain dalam membuat inovasi program guna mengatasi
masalah pelayanan kesehatan oleh rumah sakit selama pandemi. Iklan yang
dimaksud adalah iklan yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap
disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci
tangan, dan Menjaga jarak) di masa pandemi COVID-19. Iklan ini dipublikasikan
oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tanah Laut sebagai bagian dari upaya
pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut. Badan Narkotika Nasional
(BNN) adalah sebuah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab
dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika,
prekursor, dan bahan adiktif lainnya.
Dalam konteks pandemi COVID-19, BNN juga turut
berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran virus tersebut dengan
mengeluarkan berbagai kampanye dan iklan yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sehubungan dengan Self
Regulation individu pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif yang mana penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan,
menganalisis fenomena atau peristiwa, dinamika sosial, sikap, persepsi individu
atau suatu kelompok terhadap sesuatu. Karena pada penelitian ini dilaksanakan
pada masa pandemi untuk itu tujuan penelitian untuk mengetahui Self Regulation
individu selama masa pandemic covid-19 dan berbagai faktor yang mempengaruhi
Self Regulation individu tersebut. Self Regulation merupakan proses dalam diri
individu yang dapat mengatur dan mengelola pikiran, perasaan, keinginan, dan
penetapan tindakan yang akan dilakukan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Iklan
Secara
Umum
Iklan
adalah bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memotivasi pembeli potensial,
mempengaruhi opini publik, atau memperoleh dukungan publik untuk berpikir atau
bertindak sesuai dengan keinginan pemasang iklan. Iklan
layanan Masyarakat adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang
bertujuan untuk membangkitkan kepedulian Masyarakat terhadap sejumlah isu
sosial yang penting, seperti program pemerintah, ketertiban lalu lintas, dan
informasi penting lainnya. Iklan
merupakan salah satu
jenis promosi untuk
menyebarkan informasi informasi tentang organisasi
atau produk, barang
atau jasanya dengan
biayatertentu melalui media elektronik atau
media cetak Iklan
dipandang sebagai media
yang paling umum
digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif kepada
konsumen. Iklan dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan,
makna, keyakinan, sikap,
dan citra konsumen yang terkait dengan sebuah
produk atau merek.
2) Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi yang terdiri atas informasi dan gagasan tentang suatu produk yang ditujukan kepada khalayak secara serempat agar memperoleh sambutan baik, iklan berusaha untuk memberikan informasi, membujuk dan meyakinkan (Sudiana, 1986: 1).
Iklan layanan masyarakat sebagai iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah kesalah dan kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum. Dari pengertian iklan ini dapat disimpulkan bahwa iklan adalah alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dan menyebarkan informasi kepada masyarakat. Secara sederhana iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Menurut Kasali (2007). Sedangkan menurut Kotler &Keller yang dialih bahasakan oleh Benyamin Molan (2007) Iklan adalah segala bentuk presentasi nonpribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar.
2.2
Pengertian Periklanan
Periklanan adalah penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk (ide, barang, jasa) ataupun layanan tersebut. Secara komprehensif adalah “segala bentuk kegiatan untuk menyajikan dan mempromosikan ide, barang, atau jasasecara non-personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan biaya tertentu. Periklanan atau advertising merupakansalah satu alat promosi yang digunakan dalam pelaksanaan komunikasi yang persuasif oleh perusahaan kepada pembeli potensial pada segmen pasar sasaran yang dituju. Guna mendukung pemikiran penulis tentang pengertian periklanan, akan penulis sajikan beberapa pendapat dari para ahli sebagai berikut.
1. Menurut Monle Lee dan Carla Johnson (2004) Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransaksikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran (surat kabar), majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruangan, atau kendaraan umum.
2. Menurut Philip Kotler (2008) Periklanan adalah semua bentuk terbayar dari presentasi nonpribadi dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu.
3. Menurut Basu Swastha DH (2010 : 223) “Periklanan adalah suatu komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya,melalui berbagai media dilakukan oleh perusahaan, lembaga-lembaga non laba sertai individu-individu”.
Periklanan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Menurut Lee dan Johnson yang dialih bahasakan oleh Munandar dan Priatna (2007) “Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum”.
2.3
Teori Semiotika
Semiotika adalah
ilmu yang mempelajari
tentang tanda. Tanda-tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga
bersifat komunikatif; mampu menggantikan sesuatu yang
lain dapat dipikirkan
atau dibayangkan. Cabang
ilmu ini semula
berkembang dalam
bidang bahasa, kemudian
berkembang pula dalam
bidang seni rupa dan
desain komunikasi visual.
Sementara itu, Charles
Sanders Pierce menandaskan
bahwa kita hanya dapat berpikir dengan medium tanda. Manusia hanya dapat berkomunikasi
lewat sarana tanda. Tanda dalam kehidupan manusia bisa tanda gerak atau
isyarat. Lambaian tangan
yang bisa diartikan
memanggil atau anggukan kepala dapat
diterjemahkan setuju. Tanda
bunyi, seperti tiupan
peluit, terompet, genderang, suara
manusia, dering telpon. Tanda tulisan, di antaranya huruf dan angka. Bisa juga
tanda gambar berbentuk
rambu lalulintas, dan
masih banyak ragamnya
( Jewler 2001:44).
Williamson, dalam teori semiotika iklan menganut prinsip peminjaman tanda sekaligus peminjaman kode sosial. Misalnya, iklan yang menghadirkan bintang iklan / bintang film terkenal (sekeliber Demy Moore / Cindy Craword), figur bintang iklan / film tersebut dipinjam mitosnya, idiologinya, imagenya, dan sifat-sifat glamour dari bintang 8 iklan / film tersebut. Jewler (2001) dalam membagi a currency of signmenjadi beberapa bagian. Di antaranya product as signified(produk sebagai petanda, konsep atau makna), product as signifier (produk sebagai penanda, bentuk), product as generator, and product as currency. Roman Jakobson mengembangkan teorinya mengenai fungsi- fungsi bahasa karena ia melihat bahasa masih sebagai struktur. Secara jelas ia menggunakan enam konsep, yaitu pengirim, penerima, kode, kontak, pesan, dan acuan. Konsepnya tentang pengirim, penerima, dan kode (sistem tanda bahasa), meskipun sudah lebih luas, nuansa strukturalis Saussure-nya masih kental.
Rumusan Jakobson tentang pengirim, penerima, dan referen (atau acuan) merupakan perluasan dari teori Karl Buhler. Menurut Karl Buhler, setiap orang menekankan salah satu dari ketiga aspek (pengirim, penerima, atau referen) ketika melakukan komunikasi. Jakobson menambah tiga faktor lagi, yaitu kontak, kode (sistem tanda), dan message. Keenam faktor dan fungsi bahasa menurut Jakobson adalah sebagai berikut.
a) Faktor pengirim. Pengirim adalah orang yang menyampaikan pesan. la dapat seorang penulis, penutur, pembicara, atau sebuah teks. Apabila faktor pengirim diberi tekanan dalam proses komunikasi, berarti bahasa digunakan dengan fungsi emotif atau fungsi ekspresif.
b) Faktor penerima. Penerima adalah yang menerima pesan dalam komunikasi. Ia dapat seorang pembaca atau pendengar. Apabila faktor penerima diberi tekanan, berarti bahasa digunakan dengan fungsi konatif, reseptif, atau pragmatik.
c) Faktor konteks. Setiap pembicaran (komunikasi) membicarakan sesuatu, yakni hal yang diacu, dibicarakan, yang berada di luar bahasa. Apabila tekanan diberikan pada acuan, baik pengirija di pun Funda bahasa yang bekerja di dalam struktur komunikasi seperti itu adalah fungsi referensial atau fungsi acuan.
d) Faktor kontak. Setiap komunikasi verbal akan efektif apabila terjadi kontak antara pengirim dan penerima (terjadi dialog). Apabila tekanan diberikan pada faktor kontak, bahasa memiliki fungsi sentuhan atau fungsi fatik, yakni fungsi membangun kontak.
e) Faktor kode. Kode adalah sistem tanda (bahasa) yang digunakan dalam komunikasi (verbal). Apabila komunikasi memberikan tekanan pada faktor kode, bahasa mempunyai fungsi metalinguistik atau fungsi sosial-budaya.
f) Faktor pesan. Pesan adalah isi komunikasi. Apabila komunikasi memberikan tekanan pada pesan,bahasa mengandung fungsi puitis atau fungsi estetis.
Menurut Ricoeur, setiap teks merupakan karakter yang dapat dibaca (readability characters) karena teks selalu meninggalkan jejak dan inskripsi (inscription = prasasti) dan interprestasi yang mengarahkan perhatiannya pada makna objektivitas teks. Makna objektivitas teks dapat dicapai dengan membuat fiksasi makna teks, melepaskan intensi atau maksud pengarang, melihat kondisi sosial ketika teks dibuat serta memahami untuk siapa teks ditujukan. Kategori interpretasi (dalam hermeneutika) Ricoeur merupakan proses objektivasi dan subjektivasi. Proses objektivasi mengandung dua hal, yaitu objektivasi melalui struktur dan fiksasi melalui tulisan. Objektivasi melalui struktur bermakna teks tidak dapat lagi mengacu pada rujukan ketika teks ditulis, baik oleh pengarang maupun wacana lagi yang dibakukan. Adapun proses subjektivasi mengandung dua elemen, yaitu mencari benang merah dari teks (la chose du texte) agar terjadi kesepakatan dan apropriasi atau pemahaman diri (la comprehension du soi) (Bambang, 2002: 5).
BAB III
Analisa Iklan
Sumber: https://tanahlautkab.bnn.go.id/jangan-kendor-disiplin-3m-setiap-hari/
3.1 Mendefinisikan objek iklan
Iklan "Jangan Kendor Disiplin 3M Setiap Hari" merupakan iklan yang bertujuan untuk meningkatkan sadar dan disiplin terhadap pandemi Covid-19. Iklan ini mencerminkan tiga langkah yang harus diikuti oleh masyarakat untuk mempertahankan kesehatan diri dan orang-orang di sekitar mereka, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. Iklan ini menggunakan gambar dan teks yang sederhana untuk menyampaikan pesan-pesan ini secara efektif dan mudah dipahami. Ada beberapa objek iklan yang dapat di analisa.
- Gambar latar belakang yang menampilkan situasi pandemi Covid-19 dalam bentuk keranaan.
- Teks yang memberikan pesan-pesan utama mengenai pentingnya sadar dan disiplin terhadap pandemi Covid-19.
- Gambar dan teks yang menampilkan tiga langkah yang harus diikuti oleh masyarakat, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
- Gambar dan teks yang menampilkan penghasilan negatif dari pandemi Covid-19 jika masyarakat tidak sadar dan disiplin.
Iklan ini bertujuan untuk
menyampaikan pesan-pesan penting mengenai kesehatan dan disiplin terhadap
pandemi Covid-19 serta mengharapkan masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah
yang diberikan oleh pemerintah dan para ahli Kesehatan.
3.2 Menganalisa teks dalam
iklan
Iklan ini menunjukkan fokus pada pesan yang mendorong kedisiplinan dengan menerapkan pesan 3M setiap hari. Berikut Analisa teks pada iklan.
- Jangan Kendor Disiplin: Kegunaan kata ini menekankan pentingnya menjaga tingkat kedisiplinan tanpa merosot. Ini memotivasi kepada masyarakat untuk terus mempertahankan kedisiplinan.
- 3M: Tiga kata ini dimulai pada huruf M merujuk pada prinsip-prinsip tertentu yang diusulkan oleh iklan. Misalnya, mematuhi, menetapkan, tujuan, menilai. Pesan ini menciptakan kesan metode atau langkah-langkah yang konkret untuk menjaga kedisiplinan.
- Setiap Hari: Ini menunjukkan seberapa pentingnya menjaga kesehatan secara konsisten sepanjang waktu. Dalam arti bahwa kedisipilnan bukanlah tindakan sekali-kali, tetapi suatu kebiasaan tiap harinya.
- Target Audiens: Iklan ini mungkin ditujukan kepada individu atau kelompok yang ingin meningkatkan produktivitas, mencapai tujuan, atau mengembangkan kebiasaan positif. Pesan ini dapat relevan untuk berbagai konteks, seperti pekerjaan, pendidikan, atau pengembangan pribadi.
- Gaya Bahasa: Ini mungkin terlihat sederhana digunakan dalam iklan, tapi dapat memudahkan pemahaman pesan tersebut.
3.3 Mengelompokkan teks
Ikon
Pada konteks ini perlu mempertimbangkan terdapat ikon-ikon atau gambaran yang memiliki hubungan langsung atau representatif dengan konsep disiplin dan 3M.
- Gambar yang menampilkan menggunakan masker: memiliki konteks pandemi dan menekankan pentingnya keselamatan dan perlindungan terhadap penyebaran penyakit.
- Pentingnya mencuci tangan: Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan sebagai tindakan pencegahan penyebaran penyakit. Pesan ini dapat menekankan dampak positif mencuci tangan terhadap Kesehatan individu dan masyarakat.
- Normalisasi dan kesadaran global: Iklan dapat berusaha memvisualisasikan mencuci tangan, menggambarkan tindakan ini sebagai kebiasaan sehari-hari yang penting untuk Kesehatan dan kebersihan.
- Pentingnya Menjaga jarak: Meningkatkan kesadaran sebagai Tindakan pencegahan penyebaran covid-19. Pesan iklan menjaga jarak perlu disusun dengan bijak untuk memotivasi orang untuk mengikutu pedoman Kesehatan tanpa menimbulkan kecemasan yang berlebihan.
- Visualisasi Konsep 3M: Iklan yang membantu memvisualkan konsep ini seperti, memakai masker (mematuhi), mencucui tangan (menetapkan tujuan), dan menjaga jarak (konsisten). Ini dapat juga mempresentasikan sebagai 3M.
·
Indeks
Memiliki
hubungan kasual atau mengindikasikan secara langsung konsep disiplin dan 3M.
- Angka 3M: Bahwa ada tiga elemen atau langkah-langkah yang terlibat dalam konsep disiplinan. Ini menjadi indeks karena memberikan petunjuk kausal tentang utama iklan, yaitu penerapan konsep 3M.
- Penekanan pada kata “Setiap hari”: Menunjukkan untuk konsistensi dalam menjaga tingkat disiplin.
- Judul Iklan: Pada judul ini menjadi pengenalan utama yang menyoroti pesan utama iklan, untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M.`
- Keberhasilan dan pencapaian: Meraih tujuan untuk merasakan keberhasilan sebagai hasil dari menjaga kedisiplinan. ·
Simbol
Merupakan
tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama.
- Penggunaan tagar: #hidup100persen menunjukkan yang mempresentasikan upaya pencegahan penyebaran covid-19 dan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
- Penggunaan Warna: Warna-warna tertentu digunakan memiliki makna dan memberikan nuansa tertentu. Pada warna putih dimaksudkan untuk menyampaikan pesan-pesan bersih, jelas, serta menekankan pentingnya kebersihan dan kesegaran.
- Gambar latar belakang: Iklan ini menampilkan situasi pandemi covid-19, yang menggambarkan bagaimana situasi ini merupakan ancaman yang harus dihindari dengan disiplin.
- Darwarna Merah Putih: Darwarna ini digunakan dalam berbagai kegiatan dan acara yang diadakan oleh BNN, seperti perpisahan dan penyelamatan pemborosan gelap narkoba. Darwarna merupakan lambang universalisme dan menunjukkan solidaritas dalam menghadapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
- Bintang: Bintang merupakan simbolisasi cita-cita luhur BNN yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Bintang ini juga menunjukkan kesadaran dan dedikasi dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba.
- Hand Sanitizer: Cairan gel yang umum digunakan untuk mengurangi pantogen pada tangan. Pemakaian pada hand sanitizer lebih disukai daripada mencuci tangan dengan sabun dan air pada situasi ditempat umum.
3.4 Generalisasi
Pada iklan "Jangan Kendor Disiplin 3M Setiap Hari" adalah semangat dan motivasi untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam hal memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, yang dikenal sebagai 3M. Iklan ini menggunakan tagar #hidup100persen untuk menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh dan tagar #cegahcovid19 dan #sobatcegah untuk menunjukkan bahwa iklan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Citra yang ingin disampaikan dalam iklan ini adalah semangat dan motivasi untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang terkasih di sekitar kita.
BAB IV
Kesimpulan
Bahwa
iklan ini menyampaikan pesan penting mengenai disiplin 3M (memakai masker,
mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan
orang-orang di sekitar kita. Iklan ini menggunakan gaya bahasa yang persuasif
dan penuh semangat untuk menyampaikan pesan ini secara efektif dan mudah
dipahami oleh masyarakat. Selain itu, iklan ini menggunakan media sosial dan tagar
yang relevan untuk meningkatkan jangkauan pesan tersebut. Dalam konteks iklan
layanan masyarakat, iklan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap isu-isu sosial penting dan mendorong mereka untuk mengikuti
langkah-langkah yang diberikan oleh pemerintah dan
para ahli kesehatan.
wahh keren pemahaman mudah untuk di mengerti
BalasHapusmudah dipahami dan di mengerti
BalasHapusbagus sekali, penjelasannya mudah dipahami
BalasHapuskata katanya baik, mudah dipahami. semangatt uas nya 🙌
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspenulisan dan materinya mudah dipahami
BalasHapusdia orang jawir pak xixixi
BalasHapuskeren dan sangat bermanfaat kaa
BalasHapusbagus dan rapih semangat
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusrapih dan bermanfaat sekali ka
BalasHapuskeren, dan juga gampang di pahami👍🏻
BalasHapusKERJA BAGUS👍
BalasHapusKeren wa
BalasHapusterima kasih infonya 👍
BalasHapuskeren jaw
BalasHapusanalisisnya detail sangat membantu
BalasHapus