ANALISA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT YANG BERTEMA "JANGAN KENDOR DISIPLIN 3M SETIAP HARI" DENGAN MENGGUNAKAN TEORI SEMIOTIKA -Universitas Bhayangkara Jakarta Raya-Fakultas Ilmu Komunikasi-Pandu Wibisono- 202310415235-Semester 1-Tugas UAS Tahun Akademik Ganjil 2023/2024

BAB 1

Pendahuluan

1.1  LATAR BELAKANG

Sejak pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) melanda di berbagai negara, pelayanan kesehatan mendapatkan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan dari WHO, dampak pandemi COVID-19 dirasakan pada pelayanan kesehatan esensial di 90% negara [1]. Pandemi COVID-19 juga memengaruhi kapasitas ekonomi global [2], [3]. Dampak dari restriksi kegiatan dan mobilisasi pada seluruh sektor menyebabkan pendapatan pemerintah serta individu menjadi menurun sehingga dapat berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar. Kondisi ini juga menyebabkan distribusi logistik dan kebutuhan esensial menjadi terhambat. Pada sektor pelayanan kesehatan, kombinasi kondisi pelik dari menurunnya kapasitas finansial fasilitas layanan kesehatan, rantai distribusi alat kesehatan dan obat-obatan yang terhambat, serta kebijakan pembatasan kunjungan ini menyebabkan pelayanan kesehatan mengalami perubahan. Hal ini akan memengaruhi berbagai strategi peningkatan kesehatan yang telah diupayakan oleh fasilitas kesehatan guna mewujudkan building blocks yang sudah dirancang oleh WHO [4]. Meskipun pemerintah dan fasilitas kesehatan telah melakukan berbagai mitigasi untuk menjaga kualitas layanan kesehatan namun masih terdapat dampak negatif pada cakupan utilisasi layanan kesehatan. Menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor demografi, kebijakan maupun faktor psikologis baik dari pasien maupun petugas kesehatan sendiri [5]–[8]. Pada konteks global perubahan utilisasi layanan kesehatan disebabkan oleh menurunnya kunjungan pasien, perubahan prosedur diagnosis, menurunnya jumlah pasien rawat inap, dampak pada layanan gawat darurat [9] dan peningkatan penggunaan e-health [10], [11] pada pelayanan kesehatan selama pandemi. Di Tiongkok, utilisasi pelayanan kesehatan menurun hingga 40,8% [12]. Hal ini juga terjadi di Korea Selatan, India dan berbagai negara lainnya, tak terkecuali Indonesia [8], [11], [13]. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas. Harmonisasi kebijakan pelayanan kesehatan pada masa pandemi COVID-19 antara pemerintah pusat dan daerah dijaga guna menjamin kualitas pelayanan yang prima oleh fasilitas kesehatan [14]. Akan tetapi, dalam kajian nasional sebelumnya, isu ketidakmerataan layanan kesehatan dan berbagai masalah layanan kesehatan lainnya masih sering dihadapi oleh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia meskipun upaya harmonisasi telah dilakukan [15]. Pada situasi pandemi COVID-19 ini, terdapat banyak dampak dan tantangan yang dihadapi oleh fasilitas layanan kesehatan di Indonesia seperti fluktuaksi kasus pasien COVID-19 dan pemberlakuan restriksi massal aktivitas masyarakat seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Rumah sakit menjadi salah satu institusi pelayanan kesehatan yang memiliki beban ganda, yaitu melakukan pelayanan kesehatan konvensional dan pelayanan kesehatan kepada pasien COVID-19 guna menjalankan program pemerintah pusat dan daerah. Rumah sakit juga didorong untuk meningkatkan kapasitas layanan COVID-19 baik untuk skrining, vaksinasi hingga perawatan inap pasien [16]. Pelayanan kesehatan non COVID-19 mendapatkan dampak yang cukup banyak terkait konsentrasi layanan dan kebijakan-kebijakan kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah tersebut. Studi terdahulu telah mencoba mengidentifikasi bagaimana dampak dari situasi pelayanan rumah sakit di Indonesia namun masih terfragmentasi pada lingkup institusi atau daerahnya masing-massing. Kajian berupa sistesis penelitian terdahulu perlu dilakukan untuk menjawab: bagaimanakah dampak pandemi COVID-19 terhadap pelayanan kesehatan oleh rumah sakit di Indonesia? Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pandemi COVID-19 terhadap pelayanan kesehatan non COVID-19 pada lingkup rumah sakit umum di Indonesia. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan peneliti lain dalam membuat inovasi program guna mengatasi masalah pelayanan kesehatan oleh rumah sakit selama pandemi. Iklan yang dimaksud adalah iklan yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) di masa pandemi COVID-19. Iklan ini dipublikasikan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tanah Laut sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah sebuah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya.

Dalam konteks pandemi COVID-19, BNN juga turut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran virus tersebut dengan mengeluarkan berbagai kampanye dan iklan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sehubungan dengan Self Regulation individu pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mana penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, menganalisis fenomena atau peristiwa, dinamika sosial, sikap, persepsi individu atau suatu kelompok terhadap sesuatu. Karena pada penelitian ini dilaksanakan pada masa pandemi untuk itu tujuan penelitian untuk mengetahui Self Regulation individu selama masa pandemic covid-19 dan berbagai faktor yang mempengaruhi Self Regulation individu tersebut. Self Regulation merupakan proses dalam diri individu yang dapat mengatur dan mengelola pikiran, perasaan, keinginan, dan penetapan tindakan yang akan  dilakukan.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Iklan
Secara Umum
Iklan adalah bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memotivasi pembeli potensial, mempengaruhi opini publik, atau memperoleh dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan pemasang iklan. Iklan layanan Masyarakat adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian Masyarakat terhadap sejumlah isu sosial yang penting, seperti program pemerintah, ketertiban lalu lintas, dan informasi penting lainnya. Iklan  merupakan  salah  satu  jenis  promosi  untuk  menyebarkan  informasi  informasi tentang  organisasi  atau  produk,  barang  atau  jasanya  dengan  biayatertentu  melalui  media elektronik  atau  media  cetak  Iklan  dipandang  sebagai  media  yang  paling  umum  digunakan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif kepada konsumen. Iklan dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan,  pengetahuan,  makna,  keyakinan,  sikap,  dan  citra  konsumen yang terkait dengan sebuah produk atau merek. 

·         Menurut Para Ahli
1)   Menurut Marchand, tidak ada iklan yang ingin menangkap kehidupan seperti apa adanya, tetapi selalu ada maksud untuk memotret ideal-ideal sosial, dan merepresentasikan sebagai sesuatu yang normatif, seperti kebahagiaan, kepuasan (Noviani, 2002: 58).
2)    Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi yang terdiri atas informasi dan gagasan tentang suatu produk yang ditujukan kepada khalayak secara serempat agar memperoleh sambutan baik, iklan berusaha untuk memberikan informasi, membujuk dan meyakinkan (Sudiana, 1986: 1). 
Iklan layanan masyarakat sebagai iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah kesalah dan kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum. Dari pengertian iklan ini dapat disimpulkan bahwa iklan adalah alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dan menyebarkan informasi kepada masyarakat.  
Secara sederhana iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Menurut Kasali (2007). Sedangkan menurut Kotler &Keller yang dialih bahasakan oleh Benyamin Molan (2007) Iklan adalah segala bentuk presentasi nonpribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. 

2.2 Pengertian Periklanan

Periklanan adalah penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk (ide, barang, jasa) ataupun layanan tersebut. Secara komprehensif  adalah  “segala  bentuk  kegiatan  untuk  menyajikan  dan  mempromosikan  ide, barang, atau jasasecara non-personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan biaya tertentu. Periklanan atau advertising merupakansalah satu alat promosi yang digunakan dalam pelaksanaan  komunikasi  yang  persuasif  oleh perusahaan  kepada  pembeli  potensial  pada segmen  pasar  sasaran  yang  dituju. Guna mendukung   pemikiran   penulis   tentang pengertian  periklanan,  akan  penulis  sajikan beberapa  pendapat  dari  para  ahli  sebagai berikut.

1.    Menurut Monle Lee dan Carla Johnson (2004) Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransaksikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran (surat kabar), majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruangan, atau kendaraan umum.

2.    Menurut Philip Kotler (2008) Periklanan adalah semua bentuk terbayar dari presentasi nonpribadi dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu.

3.    Menurut Basu Swastha DH (2010 : 223) “Periklanan  adalah suatu komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya,melalui  berbagai  media  dilakukan  oleh perusahaan,  lembaga-lembaga  non  laba  sertai individu-individu”. 

Periklanan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Menurut Lee dan Johnson yang dialih bahasakan oleh Munandar dan Priatna (2007) “Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum”.

 Tanpa iklan para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual produknya, sedangkan disisi lain para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk barang dan jasa yang tersedia di pasar. Apabila hal itu terjadi maka industri dan perekonomian modern pasti akan lumpuh. Apabila sebuah perusahaan ingin mempertahankan tingkat keuntungannya, maka ia harus melangsungkan kegiatan periklanan secara memadai dan terus-menerus.  Menurut M. Suyanto (2007) mendefinisikan: ”Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa ataupun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”.

2.3 Teori Semiotika

Semiotika  adalah  ilmu  yang  mempelajari  tentang  tanda.  Tanda-tanda  tersebut  menyampaikan  suatu  informasi  sehingga  bersifat  komunikatif;  mampu  menggantikan sesuatu   yang   lain   dapat   dipikirkan   atau   dibayangkan.   Cabang   ilmu   ini   semula   berkembang  dalam  bidang  bahasa,  kemudian  berkembang  pula  dalam  bidang  seni  rupa   dan   desain   komunikasi   visual.   Sementara   itu,   Charles   Sanders   Pierce menandaskan bahwa kita hanya dapat berpikir dengan medium tanda. Manusia hanya dapat berkomunikasi lewat sarana tanda. Tanda dalam kehidupan manusia bisa tanda gerak  atau  isyarat.  Lambaian  tangan  yang  bisa  diartikan  memanggil  atau  anggukan  kepala  dapat  diterjemahkan  setuju.  Tanda  bunyi,  seperti  tiupan  peluit,  terompet,  genderang, suara manusia, dering telpon. Tanda tulisan, di antaranya huruf dan angka. Bisa  juga  tanda  gambar  berbentuk  rambu  lalulintas,  dan  masih  banyak  ragamnya  (  Jewler 2001:44).

Williamson,  dalam  teori  semiotika  iklan menganut  prinsip  peminjaman  tanda  sekaligus  peminjaman  kode  sosial.  Misalnya,  iklan  yang  menghadirkan  bintang  iklan  /  bintang film terkenal (sekeliber Demy Moore / Cindy Craword), figur bintang iklan / film tersebut  dipinjam  mitosnya,  idiologinya,  imagenya,  dan  sifat-sifat  glamour  dari  bintang  8 iklan  /  film  tersebut. Jewler  (2001)  dalam membagi a  currency  of  signmenjadi beberapa  bagian.  Di  antaranya  product  as  signified(produk  sebagai  petanda,  konsep  atau  makna),  product  as  signifier  (produk  sebagai  penanda,  bentuk),  product  as  generator, and product as currency. Roman Jakobson mengembangkan teorinya mengenai fungsi- fungsi bahasa karena ia melihat bahasa masih sebagai struktur. Secara jelas ia menggunakan enam konsep, yaitu pengirim, penerima, kode, kontak, pesan, dan acuan. Konsepnya tentang pengirim, penerima, dan kode (sistem tanda bahasa), meskipun sudah lebih luas, nuansa strukturalis Saussure-nya masih kental.

Rumusan Jakobson tentang pengirim, penerima, dan referen (atau acuan) merupakan perluasan dari teori Karl Buhler. Menurut Karl Buhler, setiap orang menekankan salah satu dari ketiga aspek (pengirim, penerima, atau referen) ketika melakukan komunikasi. Jakobson menambah tiga faktor lagi, yaitu kontak, kode (sistem tanda), dan message. Keenam faktor dan fungsi bahasa menurut Jakobson adalah sebagai berikut.

a)    Faktor pengirim. Pengirim adalah orang yang menyampaikan pesan. la dapat seorang penulis, penutur, pembicara, atau sebuah teks. Apabila faktor pengirim diberi tekanan dalam proses komunikasi, berarti bahasa digunakan dengan fungsi emotif atau fungsi ekspresif.

b)    Faktor penerima. Penerima adalah yang menerima pesan dalam komunikasi. Ia dapat seorang pembaca atau pendengar. Apabila faktor penerima diberi tekanan, berarti bahasa digunakan dengan fungsi konatif, reseptif, atau pragmatik.

c)    Faktor konteks. Setiap pembicaran (komunikasi) membicarakan sesuatu, yakni hal yang diacu, dibicarakan, yang berada di luar bahasa. Apabila tekanan diberikan pada acuan, baik pengirija di pun Funda bahasa yang bekerja di dalam struktur komunikasi seperti itu adalah fungsi referensial atau fungsi acuan.

d)    Faktor kontak. Setiap komunikasi verbal akan efektif apabila terjadi kontak antara pengirim dan penerima (terjadi dialog). Apabila tekanan diberikan pada faktor kontak, bahasa memiliki fungsi sentuhan atau fungsi fatik, yakni fungsi membangun kontak.

e)     Faktor kode. Kode adalah sistem tanda (bahasa) yang digunakan dalam komunikasi (verbal). Apabila komunikasi memberikan tekanan pada faktor kode, bahasa mempunyai fungsi metalinguistik atau fungsi sosial-budaya.

f)   Faktor pesan. Pesan adalah isi komunikasi. Apabila komunikasi memberikan tekanan pada pesan,bahasa mengandung fungsi puitis atau fungsi estetis.

Menurut Ricoeur, setiap teks merupakan karakter yang dapat dibaca (readability characters) karena teks selalu meninggalkan jejak dan inskripsi (inscription = prasasti) dan interprestasi yang mengarahkan perhatiannya pada makna objektivitas teks. Makna objektivitas teks dapat dicapai dengan membuat fiksasi makna teks, melepaskan intensi atau maksud pengarang, melihat kondisi sosial ketika teks dibuat serta memahami untuk siapa teks ditujukan. Kategori interpretasi (dalam hermeneutika) Ricoeur merupakan proses objektivasi dan subjektivasi. Proses objektivasi mengandung dua hal, yaitu objektivasi melalui struktur dan fiksasi melalui tulisan. Objektivasi melalui struktur bermakna teks tidak dapat lagi mengacu pada rujukan ketika teks ditulis, baik oleh pengarang maupun wacana lagi yang dibakukan. Adapun proses subjektivasi mengandung dua elemen, yaitu mencari benang merah dari teks (la chose du texte) agar terjadi kesepakatan dan apropriasi atau pemahaman diri (la comprehension du soi) (Bambang, 2002: 5).


BAB III

Analisa Iklan 

 

                  Sumber: https://tanahlautkab.bnn.go.id/jangan-kendor-disiplin-3m-setiap-hari/ 

3.1 Mendefinisikan objek iklan

Iklan "Jangan Kendor Disiplin 3M Setiap Hari" merupakan iklan yang bertujuan untuk meningkatkan sadar dan disiplin terhadap pandemi Covid-19. Iklan ini mencerminkan tiga langkah yang harus diikuti oleh masyarakat untuk mempertahankan kesehatan diri dan orang-orang di sekitar mereka, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. Iklan ini menggunakan gambar dan teks yang sederhana untuk menyampaikan pesan-pesan ini secara efektif dan mudah dipahami. Ada beberapa objek iklan yang dapat di analisa. 

  •  Gambar latar belakang yang menampilkan situasi pandemi Covid-19 dalam bentuk keranaan.
  • Teks yang memberikan pesan-pesan utama mengenai pentingnya sadar dan disiplin terhadap      pandemi Covid-19.
  • Gambar dan teks yang menampilkan tiga langkah yang harus diikuti oleh masyarakat, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
  •  Gambar dan teks yang menampilkan penghasilan negatif dari pandemi Covid-19 jika masyarakat tidak sadar dan disiplin.

Iklan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan penting mengenai kesehatan dan disiplin terhadap pandemi Covid-19 serta mengharapkan masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh pemerintah dan para ahli Kesehatan.

3.2 Menganalisa teks dalam iklan

Iklan ini menunjukkan fokus pada pesan yang mendorong kedisiplinan dengan menerapkan pesan 3M setiap hari. Berikut Analisa teks pada iklan. 

  •  Jangan Kendor Disiplin: Kegunaan kata ini menekankan pentingnya menjaga tingkat kedisiplinan tanpa merosot. Ini memotivasi kepada masyarakat untuk terus mempertahankan kedisiplinan.
  •   3M: Tiga kata ini dimulai pada huruf M merujuk pada prinsip-prinsip tertentu yang diusulkan oleh iklan. Misalnya, mematuhi, menetapkan, tujuan, menilai. Pesan ini menciptakan kesan metode atau langkah-langkah yang konkret untuk menjaga kedisiplinan.
  •  Setiap Hari: Ini menunjukkan seberapa pentingnya menjaga kesehatan secara konsisten sepanjang waktu. Dalam arti bahwa kedisipilnan bukanlah tindakan sekali-kali, tetapi suatu kebiasaan tiap harinya. 
  •  Target Audiens: Iklan ini mungkin ditujukan kepada individu atau kelompok yang ingin meningkatkan produktivitas, mencapai tujuan, atau mengembangkan kebiasaan positif. Pesan ini dapat relevan untuk berbagai konteks, seperti pekerjaan, pendidikan, atau pengembangan pribadi. 
  •  Gaya Bahasa: Ini mungkin terlihat sederhana digunakan dalam iklan, tapi dapat memudahkan pemahaman pesan tersebut.

3.3 Mengelompokkan teks

Ikon

Pada konteks ini perlu mempertimbangkan terdapat ikon-ikon atau gambaran yang memiliki hubungan langsung atau representatif dengan konsep disiplin dan 3M. 

  • Gambar yang menampilkan menggunakan masker: memiliki konteks pandemi dan menekankan pentingnya keselamatan dan perlindungan terhadap penyebaran penyakit.
  • Pentingnya mencuci tangan: Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan sebagai tindakan pencegahan penyebaran penyakit. Pesan ini dapat menekankan dampak positif mencuci tangan terhadap Kesehatan individu dan masyarakat.
  •  Normalisasi dan kesadaran global: Iklan dapat berusaha memvisualisasikan mencuci tangan, menggambarkan tindakan ini sebagai kebiasaan sehari-hari yang penting untuk Kesehatan dan kebersihan.
  • Pentingnya Menjaga jarak: Meningkatkan kesadaran sebagai Tindakan pencegahan penyebaran covid-19. Pesan iklan menjaga jarak perlu disusun dengan bijak untuk memotivasi orang untuk mengikutu pedoman Kesehatan tanpa menimbulkan kecemasan yang berlebihan.
  • Visualisasi Konsep 3M: Iklan yang membantu memvisualkan konsep ini seperti, memakai masker (mematuhi), mencucui tangan (menetapkan tujuan), dan menjaga jarak (konsisten). Ini dapat juga mempresentasikan sebagai 3M. 

·         Indeks

Memiliki hubungan kasual atau mengindikasikan secara langsung konsep disiplin dan 3M.

  •  Angka 3M: Bahwa ada tiga elemen atau langkah-langkah yang terlibat dalam konsep disiplinan. Ini menjadi indeks karena memberikan petunjuk kausal tentang utama iklan, yaitu penerapan konsep 3M.
  •  Penekanan pada kata “Setiap hari”: Menunjukkan untuk konsistensi dalam menjaga tingkat disiplin.
  •  Judul Iklan: Pada judul ini menjadi pengenalan utama yang menyoroti pesan utama iklan, untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M.`
  •   Keberhasilan dan pencapaian: Meraih tujuan untuk merasakan keberhasilan sebagai hasil dari menjaga kedisiplinan. ·     

 Simbol
       Merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama.
 

  • Penggunaan tagar: #hidup100persen menunjukkan yang mempresentasikan upaya pencegahan penyebaran covid-19 dan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh. 
  • Penggunaan Warna: Warna-warna tertentu digunakan memiliki makna dan memberikan nuansa tertentu. Pada warna putih dimaksudkan untuk menyampaikan pesan-pesan bersih, jelas, serta menekankan pentingnya kebersihan dan kesegaran.
  • Gambar latar belakang: Iklan ini menampilkan situasi pandemi covid-19, yang menggambarkan bagaimana situasi ini merupakan ancaman yang harus dihindari dengan disiplin.
  • Darwarna Merah Putih: Darwarna ini digunakan dalam berbagai kegiatan dan acara yang diadakan oleh BNN, seperti perpisahan dan penyelamatan pemborosan gelap narkoba. Darwarna merupakan lambang universalisme dan menunjukkan solidaritas dalam menghadapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
  • Bintang: Bintang merupakan simbolisasi cita-cita luhur BNN yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Bintang ini juga menunjukkan kesadaran dan dedikasi dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba.
  • Hand Sanitizer: Cairan gel yang umum digunakan untuk mengurangi pantogen pada tangan. Pemakaian pada hand sanitizer lebih disukai daripada mencuci tangan dengan sabun dan air pada situasi ditempat umum.

3.4 Generalisasi

Pada iklan "Jangan Kendor Disiplin 3M Setiap Hari" adalah semangat dan motivasi untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam hal memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, yang dikenal sebagai 3M. Iklan ini menggunakan tagar #hidup100persen untuk menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh dan tagar #cegahcovid19 dan #sobatcegah untuk menunjukkan bahwa iklan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Citra yang ingin disampaikan dalam iklan ini adalah semangat dan motivasi untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang terkasih di sekitar kita.

BAB IV

Kesimpulan

Bahwa iklan ini menyampaikan pesan penting mengenai disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Iklan ini menggunakan gaya bahasa yang persuasif dan penuh semangat untuk menyampaikan pesan ini secara efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, iklan ini menggunakan media sosial dan tagar yang relevan untuk meningkatkan jangkauan pesan tersebut. Dalam konteks iklan layanan masyarakat, iklan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial penting dan mendorong mereka untuk mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh pemerintah dan para ahli kesehatan.


V


Komentar

  1. wahh keren pemahaman mudah untuk di mengerti

    BalasHapus
  2. bagus sekali, penjelasannya mudah dipahami

    BalasHapus
  3. kata katanya baik, mudah dipahami. semangatt uas nya 🙌

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. penulisan dan materinya mudah dipahami

    BalasHapus
  6. keren dan sangat bermanfaat kaa

    BalasHapus
  7. keren, dan juga gampang di pahami👍🏻

    BalasHapus
  8. analisisnya detail sangat membantu

    BalasHapus

Posting Komentar